
Ilustrasi: Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru dan terlihat dari Desa Ranupani, Lumajang, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/kye
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data pemantauan sebaran abu vulkanik Gunung Semeru, Jawa Timur, pada Senin pagi, 12 Oktober 2026. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau agar waspada terhadap bahaya paparan abu vulkanik tersebut.
“Berdasarkan analisis citra satelit RGB Himawari-9, pukul 07.00 WIB, sebaran debu vulkanik teridentifikasi menyebar ke arah barat daya,” ujar BMKG dalam keterangan resmi, Senin, 12 Oktober 2026
Dampak Kesehatan: Paparan debu dapat memicu iritasi pada mata dan kulit, menyebabkan batuk, serta menimbulkan gangguan pernapasan. Kondisi ini sangat berbahaya dan dapat memperburuk keadaan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan bawaan.
Dampak Transportasi: Tumpukan abu vulkanik berisiko mengurangi jarak pandang secara drastis dan membuat permukaan jalan menjadi licin sehingga mengancam keselamatan berkendara. Partikel abu juga berpotensi merusak mesin, mengganggu navigasi, hingga memicu penundaan dan penghentian operasional transportasi darat, laut, maupun udara.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber