
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.04 WITA. Petugas tambat labuh Dermaga MB-3 melaporkan adanya orang hanyut terbawa arus ke arah utara kepada Pos Angkatan Laut (Posal) Gilimanuk.
Sebelumnya, sekitar pukul 21.06 WITA, korban terlihat melintas di dekat buritan KMP Samudera Perkasa yang tengah bongkar muat di Dermaga LCM. Anak buah kapal (ABK) berupaya menolong dengan melemparkan tiga lifebuoy. Korban sempat menggapai satu pelampung, namun terus terseret arus ke arah utara pelabuhan.
Tim SAR gabungan dari Posal Gilimanuk dan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Gilimanuk kemudian mengerahkan satu unit Sea Rider untuk melakukan pencarian. Pada pukul 21.20 WITA, tim yang menyisir koordinat 8°09’32.5″ LS – 114°26’22.3″ BT melihat sebuah perahu nelayan.
Saat didekati, ternyata korban sudah dievakuasi ke atas perahu tersebut. “Tim SAR menggunakan Sea Rider kemudian melakukan pengawalan terhadap perahu nelayan yang membawa korban menuju Dermaga LCM,” lanjutnya.
Rombongan tiba di Dermaga LCM sekitar pukul 21.32 WITA. Korban langsung dievakuasi dengan ambulans menuju Puskesmas Gilimanuk untuk mendapatkan perawatan medis.
Dari pendalaman awal setelah korban sadar, aksi nekat itu dipicu masalah pribadi yang tengah dihadapinya. Sebelum melompat dari KMP Jambo-9, korban ternyata sempat mengakhiri hidupnya di salah satu dermaga, namun membatalkan niatnya.
Saat ini korban masih menjalani perawatan di Puskesmas Gilimanuk di bawah pemantauan tenaga kesehatan serta aparat Polsek Gilimanuk. (Surya Dharma/balipost)
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber