:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Warga-Bangkalan-Gelar-Shalat-Istisqa-Minta-Hujan-dan-Libatkan-Ahli-Geologi-Hadapi-Kekeringan.jpg)
SURYA.co.id, BANGKALAN – Krisis air bersih akibat kemarau panjang yang melanda berbagai wilayah di Indonesia tidak hanya direspon dengan pengiriman tangki air.
Di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, masyarakat memilih jalur ikhtiar spiritual yang berdampak luas, sekaligus merancang solusi jangka panjang berbasis ilmu pengetahuan.
Ratusan warga berkumpul di lapangan Desa Bandung, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, untuk melangsungkan Shalat Istisqa‘.
Sebagai informasi, Shalat Istisqa‘ adalah salat sunnah muakkadah yang dikerjakan secara berjemaah untuk memohon kepada Allah SWT agar diturunkannya hujan tatkala negeri dilanda kemarau panjang atau keringnya sumber-sumber air.
Doa bersama ini dipanjatkan tidak hanya untuk bumi Madura, melainkan juga untuk seluruh wilayah di Nusantara yang sedang dilanda kekeringan dan kebakaran hutan.
Dalam khutbahnya, Ketua MWC NU Kecamatan Konang sekaligus Imam Shalat Istisqa‘, KH Zakki Indar, menegaskan betapa krusialnya pasokan air bagi kehidupan warga saat ini.
“Kami warga di Konang sangat membutuhkan air, kita minta kepada Allah semoga segera diturunkan hujan,” ungkap KH Zakki Indar.
Aksi ritual memohon hujan ini diinisiasi atas keprihatinan terhadap krisis iklim yang dampaknya dirasakan hingga luar Pulau Jawa.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber