Gresik (beritajatim.com) – Sejumlah SPBU di kawasan Gresik Kota mengalami kekosongan stok BBM bersubsidi jenis Pertalite pada Selasa (13/10/2026). Kondisi ini diduga berkaitan dengan tingginya permintaan masyarakat dan waktu kedatangan pasokan yang belum sesuai perkiraan.

Di SPBUN 58.611.02, Jalan Martadinata, Kelurahan Lumpur, stok Pertalite sempat habis. Staf Teknik Administrasi SPBUN, Achmad Irawan Cahyadi, mengatakan peningkatan pembelian membuat persediaan lebih cepat terserap, terlebih ketika pengiriman BBM mengalami keterlambatan.

Menurut Achmad, konsumsi Pertalite yang sebelumnya bisa bertahan hingga sepekan setelah pengisian, kini habis hanya dalam dua hingga tiga hari. “Biasanya habis setiap pengisian 8.000 kiloliter seminggu. Sekarang dua sampai tiga hari sudah habis,” ujarnya.

Ia menyebut pembelian menggunakan sepeda motor dengan tangki berkapasitas besar, termasuk tangki modifikasi, turut memengaruhi kecepatan penjualan.

Untuk menjaga ketersediaan bagi pengguna lainnya, pengelola SPBUN menerapkan pembatasan pembelian dan tidak melayani pengisian menggunakan tangki modifikasi.

Kondisi serupa terjadi di SPBU 54.611.01, Kecamatan Kebomas. Petugas SPBU, Aprilina, menuturkan persediaan Pertalite telah habis sekitar pukul 09.00 WIB, setelah pembeli berdatangan sejak malam hingga pagi hari. “Jam 9.00 WIB sudah habis, biasanya pembeli sudah antre sejak malam atau pagi hari,” tuturnya.

Padahal, SPBU tersebut menerima pasokan Pertalite sekitar 8.000 liter setiap hari. Namun, tingginya permintaan selama sepekan terakhir membuat persediaan lebih cepat habis dibandingkan biasanya.

Aprilina menambahkan, salah satu upaya yang dilakukan untuk mengendalikan penjualan ialah membatasi pembelian bagi kendaraan roda dua maksimal Rp 70 ribu per transaksi.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *