
jatimnow.com – Pemerintah mempercepat migrasi energi domestik dari Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke jaringan gas bumi rumah tangga (jargas). Langkah strategis ini diambil untuk memangkas ketergantungan atas impor energi sekaligus menekan beban subsidi dalam APBN.
Targetnya, sebanyak 1 juta Sambungan Rumah (SR) jargas akan terbangun secara masif di berbagai daerah hingga 2028.
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan bahwa perluasan jargas merupakan bagian integral dari pengawalan program prioritas nasional menuju swasembada energi.
Pengembangan jargas perkotaan kini resmi menyandang status Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.
“Pengembangan jargas ini menjadi prioritas untuk mengurangi ketergantungan kita pada impor LPG. Pemerintah memastikan seluruh infrastruktur siap beroperasi,” ujar Dudung saat meninjau kesiapan jargas APBN TA 2025–2026 di Gresik dan Sidoarjo bersama jenderal ESDM dan PGN, Senin (21/9/2026).
Pada periode 2025–2026, pemerintah mengalokasikan pembangunan 119.379 SR jargas yang tersebar di 15 kabupaten dan kota. Dari total target tersebut, Kabupaten Gresik dan Sidoarjo masing-masing mendapatkan jatah alokasi sekitar 7.000 SR.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Agung Kuswardono, menjelaskan bahwa perluasan jargas didukung oleh tersambungnya jaringan transmisi pipa gas nasional, seperti Pipa Cirebon–Semarang (Cisem).
Integrasi infrastruktur tersebut memungkinkan pasokan gas bumi domestik dialirkan secara langsung dan stabil ke pemukiman warga.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber