
Pelaku UMKM di Surabaya mengeluhkan persaingan produk impor kepada Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam acara Bursa Wirausaha Unggulan dan akad massal KUR Jawa Timur 2026.
Maman menyebut tantangan UMKM beragam, mulai dari perizinan, sertifikasi, permodalan, hingga pemasaran; produk yang tidak terjual dapat berujung pada kebangkrutan meski sudah mendapat pembiayaan.
Kementerian UMKM berupaya menekan masuknya produk luar negeri karena pasar domestik dinilai dipenuhi barang impor dari China, termasuk garmen, pakaian, dan tekstil.
Surabaya, IDN Times – Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Maman Abdurrahman mendapat keluhan dari para pelaku UMKM saat menghadiri acara program Bursa Wirausaha Unggulan, serta akad masal Kredit Usaha Rakyat (KUR) Jawa Timur 2026 di Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Rabu (23/6/2026). Keluhan tersebut salah satunya soal persaingan dengan produk Impor.
Kemudian, masalah berikutnya adalah soal pemasaran. UMKM sering kali tersendat cara memasarkan produknya, sehingga tidak laku yang kemudian berujung pada kebangkrutan.
“Akhirnya ujung-ujung pada saat sudah dikasih pembiayaan, dia enggak bisa jual barang, bangkrut juga, karena barangnya enggak laku,” ungkap dia.
Maman menyebut, kendala pemasaran produk UMKM ini lantaran barang-barang pasar domestik Indonesia telah dipenuhi produk impor dari Cina. Untuk itu, Kementerian UMKM berusaha menekan masuknya produk-produk dari luar negeri.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber