
Jombang (beritajatim.com) – Malam di Desa Keras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, biasanya berjalan tenang. Namun, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, ketenangan itu tiba-tiba berubah menjadi kepanikan. Suara teriakan meminta pertolongan memecah sunyi, membuat warga berhamburan keluar rumah mencari sumber suara.
Di tengah gelapnya malam, Hanafi (42) hanya bisa terpaku melihat kobaran api yang perlahan membesar di rumahnya. Api yang awalnya muncul dari bagian bawah bangunan dengan cepat menjalar hingga ke atap rumah berukuran 7,5 x 12 meter tersebut.
Dalam hitungan menit, si jago merah mulai menguasai bangunan yang selama ini menjadi tempat berlindung keluarganya.
Mendengar teriakan panik itu, warga sekitar langsung berdatangan. Mereka menyaksikan kobaran api yang semakin ganas, menjilat dinding hingga merambat ke bagian atap.
Tanpa menunggu lama, warga berusaha menyelamatkan rumah tersebut. Dengan peralatan seadanya, mereka bergotong royong menyiramkan air dan berupaya menghentikan laju api. Namun, hembusan angin malam yang cukup kencang membuat kobaran api justru semakin sulit dikendalikan.
Melihat kondisi yang semakin membahayakan, warga akhirnya meminta bantuan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Jombang.
Komandan Regu (Danru) Damkarla Jombang, Jayadinata Dwi Hatmaja, menjelaskan bahwa api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 20.45 WIB. Saat itu, kobaran api sudah terlihat membesar di bagian atap rumah.
“Beberapa warga mencoba melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya, tetapi api terus membesar,” ujar Jayadinata.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber