
Mojokerto (beritajatim.com) – Senja perlahan menyelimuti Taman Bahari Majapahit (TBM) di Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Selasa (22/9/2026). Namun, suasana di ruang publik yang menjadi kebanggaan masyarakat itu justru semakin hidup.
Dari atas panggung, terdengar lantunan musik, gerak tari, dan ekspresi penuh percaya diri para pelajar yang sedang menunjukkan bakat terbaik mereka.
Hari itu, TBM bukan sekadar taman. Ia menjelma menjadi ruang pertemuan antara kreativitas, pendidikan, dan kebudayaan. Melalui program One School One Event (OSOE) yang digelar Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sekolah-sekolah di Kota Mojokerto secara bergantian menghadirkan karya seni para siswanya.
Memasuki gelaran ke-37, OSOE terus menjadi panggung yang memberi kesempatan kepada generasi muda untuk berani tampil di hadapan masyarakat. Di tempat inilah anak-anak belajar bahwa seni bukan hanya tentang pertunjukan, tetapi juga tentang proses menemukan jati diri, membangun keberanian, dan menghargai kerja keras.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyampaikan apresiasinya terhadap keberlangsungan program tersebut. Baginya, konsistensi pelaksanaan OSOE menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Mojokerto dalam memberikan ruang bagi tumbuhnya kreativitas anak-anak.
“Alhamdulillah, One School One Event ke-37 kembali terselenggara. Semoga kegiatan ini bisa terus berjalan dan TBM dapat menjadi ruang kreasi bagi anak-anak kita untuk menampilkan kreativitas dan kepiawaian mereka,” ungkapnya.
Bagi Ika Puspitasari yang akrab disapa Ning Ita, keberadaan TBM memiliki makna lebih dari sekadar taman kota. Ruang publik harus menjadi tempat yang hidup, tempat masyarakat berkumpul, berinteraksi, dan menghadirkan berbagai kegiatan positif, terutama bagi generasi muda.
Melalui OSOE, para pelajar tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk tampil. Mereka juga belajar banyak hal yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas. Mereka belajar membangun rasa percaya diri, bekerja sama dalam kelompok, menghargai sebuah proses, hingga memahami nilai penting seni dan budaya yang diwariskan oleh para pendahulu.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber