/data/photo/2026/09/22/6ab2a4b62e89a.jpg)
MADIUN, KOMPAS.com – Video yang memperlihatkan massa pesilat dan aparat polisi terlibat aksi saling dorong di dekat Padepokan Agung Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Jalan Merak, Kota Madiun, Jawa Timur, viral di media sosial.
Dalam video berdurasi pendek yang beredar di sejumlah platform media sosial, terlihat massa pesilat saling dorong dengan petugas yang berjaga di sekitar Jalan Merak. Beberapa pesilat juga terlihat menendang tameng milik anggota polisi yang bertugas.
Massa pesilat juga terlihat mencoba merangsek masuk ke padepokan untuk persiapan Prapatah Luhur (Parluh) 2026. Dalam video tersebut, sejumlah orang terlihat melempar botol minuman ke arah polisi.
Kapolres Madiun Kota AKBP Rizki Pratama Wida Prastianto yang dikonfirmasi pada Selasa (22/9/2026) membantah video viral yang beredar memperlihatkan bentrok antara polisi dan pesilat.
Rizki mengatakan, setelah terjadi komunikasi dua arah, massa pesilat membubarkan diri dengan tenang. Ia memastikan tidak ada satu pun massa pesilat yang diamankan polisi.
Menurut Rizki, sempat terjadi aksi saling dorong antara petugas dan pesilat. Bahkan, tameng salah satu petugas sempat jatuh. Namun, setelah kejadian tersebut, kondisi kembali kondusif.
Ia menuturkan, setelah peristiwa tersebut, massa diantar petugas menggunakan truk menuju lokasi parkir kendaraan. Hal itu dilakukan karena lokasi kejadian dengan tempat parkir kendaraan cukup jauh.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber