Jakarta (ANTARA) – Aplikasi kencan daring Omi bersama Savy Amira Women’s Crisis Center, Wiloka Society Peer Group Psikologi Sosial Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya), dan Hope Helps Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar edukasi keselamatan digital bagi mahasiswa di Surabaya.

Kegiatan bertajuk “Memelihara Ruang Aman Perempuan di Ranah Digital: Mengenali dan Melawan Love Scam Berbasis AI di Dunia Dating Online” tersebut berlangsung di Ruang Serbaguna Fakultas Psikologi Ubaya, Minggu (20/9), dan diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri atas mahasiswa, komunitas perempuan, dan akademisi.

Talkshow interaktif itu membahas perkembangan modus penipuan asmara (love scam) serta kekerasan berbasis gender online (KBGO), termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), generative AI, dan deepfake untuk membangun identitas palsu.

Survei Populix pada 2024 mencatat sebanyak 63 persen responden di Indonesia pernah menggunakan aplikasi kencan daring. Kondisi tersebut membuat pemahaman mengenai keamanan digital menjadi bagian penting dalam aktivitas membangun relasi melalui platform daring.

Dalam kegiatan tersebut, Rumaysha Gikha Nisrina, S.Sos., M.Si. dari Satgas PPKS ITS menjelaskan bahwa perkembangan AI dapat dimanfaatkan pelaku untuk membuat identitas palsu yang semakin realistis.

Menurut dia, teknologi tersebut memungkinkan pelaku membangun kepercayaan sekaligus memanipulasi korban secara emosional.

Ia mengingatkan generasi muda untuk mengenali sejumlah tanda yang perlu diwaspadai, antara lain akun yang enggan melakukan verifikasi melalui video serta ajakan untuk segera berpindah dari platform kencan ke aplikasi percakapan pribadi.

Product Marketing Manager Omi, Lukas, mengatakan keamanan pengguna menjadi salah satu perhatian dalam membangun pengalaman kencan daring.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *