Surabaya (beritajatim.com) – Ada sesuatu yang selalu menarik dari jajanan jalanan. Ia tidak membutuhkan meja berlapis taplak atau ruangan dengan pendingin udara untuk mengundang orang berhenti, cukup aroma gurih yang menguar dari wajan panas dan rasa penasaran yang membawa seseorang mendekat.

Di antara riuh kuliner malam Surabaya, Bakgor Jos mencoba mengambil ruang itu. Bakso goreng menjadi menu utamanya, tetapi ada satu sajian lain yang tak kalah mencuri perhatian, yakni gohyong dengan balutan kulit kembang tahu.

Gohyong sendiri bukan nama yang asing bagi pencinta kuliner. Kudapan yang dikenal dengan cita rasa gurih dan rempah tersebut memiliki banyak penggemar, terutama di sejumlah kota seperti Jakarta dan Malang.

Namun, Bakgor Jos menyajikannya dengan cara yang sedikit berbeda. Olahan daging sapi dibalut rempah, kemudian dibungkus menggunakan kulit kembang tahu sebelum disajikan dengan siraman cuko dan cabai hijau.

Perbedaan itu terasa bukan hanya pada tampilannya, tetapi juga ketika potongan pertama masuk ke mulut. Gurih daging berpadu dengan aroma rempah, sementara jahe meninggalkan jejak rasa yang lebih kuat.

Bagi Udin, penikmat gohyong asal Banyu Urip, pengalaman tersebut cukup berbeda dari gohyong yang selama ini ia kenal. Ia menemukan sajian Bakgor Jos ketika melihatnya dijajakan dalam sebuah bazar di kawasan Kertajaya, Surabaya.

Udin mengatakan, Surabaya memang belum sebanyak Jakarta maupun Kota Malang jika berbicara tentang kuliner gohyong. Karena itu, ketika menemukan sajian tersebut di bazar, ia tertarik untuk mencobanya.

“Rasa bumbunya memang berbeda lebih terasa rempah jahenya, dan adalagi biasanya gohyong ini dibalut dengan kulit tepung tapi kali ini dibalut dengan kulit kembang tahu,” ujar Udin, Jumat (25/9/2026).

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *