
Jakarta (ANTARA) – Pakar Pariwisata Universitas Andalas Sari Lenggogeni menilai pemerintah perlu memiliki mekanisme yang jelas untuk menyesuaikan aktivitas wisata ketika terjadi perubahan status atau rekomendasi risiko gunung api agar keputusan keselamatan tidak berada dalam wilayah abu-abu.
“Ketika terjadi perubahan status atau rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), harus jelas konsekuensinya terhadap aktivitas wisata: apakah kapasitas pengunjung dikurangi, jalur tertentu ditutup, radius diperluas, atau seluruh kegiatan dihentikan,” kata Sari kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Sari mengatakan mekanisme tersebut perlu menjadi bagian dari pengelolaan pengunjung berbasis risiko, bukan sekadar menentukan apakah sebuah destinasi dibuka atau ditutup.
Dia menilai bahwa keputusan wisatawan tidak hanya dipengaruhi risiko objektif, tetapi juga persepsi mereka terhadap risiko. Kondisi itu dapat menyebabkan under-perception of risk (persepsi risiko yang terlalu rendah), ketika wisatawan merasa aman karena cuaca cerah, banyak wisatawan lain mendaki, atau pernah berkunjung tanpa mengalami masalah.
Padahal, kondisi vulkanik dapat berubah sehingga persepsi aman tidak selalu mencerminkan kondisi risiko yang sebenarnya.
Sebaliknya, over-perception of risk (persepsi risiko yang terlalu tinggi) dapat terjadi ketika informasi yang tidak tepat. Apalagi yang tersebar melalui media sosial, membuat masyarakat menganggap seluruh kawasan atau destinasi tidak aman, meskipun ancaman hanya berada pada radius atau sektor tertentu.
Oleh karenanya, Sari menilai pengelolaan wisata gunung api perlu menggunakan zonasi keselamatan dinamis. Zona wisata yang aman pada satu waktu tidak otomatis aman pada waktu berikutnya sehingga aktivitas wisata harus menyesuaikan ketika rekomendasi ilmiah berubah.
Ia mengatakan informasi dari PVMBG atau Badan Geologi harus menjadi sumber utama pengambilan keputusan dan terhubung dengan pemerintah daerah, BPBD, taman nasional atau pengelola destinasi, operator wisata, dan pemandu.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber