:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Hasil-produksi-petani-garam-di-Madura-saat-hendak-dikirim-ke-pabrik.jpg)
TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN – Curah hujan tinggi lumpuhkan tambak garam di Pamekasan, produksi terhenti total.
Akibatnya, proses produksi di sejumlah tambak di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, harus dihentikan sementara.
Curah hujan yang tinggi tidak hanya menghentikan proses produksi, tetapi juga bisa berdampak pada penurunan kualitas dan stok garam nasional.
Salah satu petambak garam, Moh Buyamin, mengatakan bahwa kondisi cuaca yang basah membuat lahan tambak tidak memungkinkan untuk digunakan dalam proses penguapan air laut, tahap utama dalam produksi garam.
“Kami bersama para petani garam yang lain terpaksa menghentikan proses produksi sementara,” ujarnya.
Mereka memanfaatkan waktu jeda ini untuk memperbaiki tanggul dan saluran air yang rusak akibat hujan.
Buyamin menuturkan, cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan besar bagi petambak garam di Pamekasan yang sangat bergantung pada panas matahari.
“Kami berharap cuaca segera membaik agar produksi bisa kembali berjalan normal,” tutupnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber