Kabupaten Bojonegoro memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 lebih besar dibandingkan Kabupaten Tuban dan Lamongan. Namun, besarnya anggaran daerah tersebut berada berdampingan dengan angka kemiskinan Bojonegoro yang pada 2025 tercatat sebesar 11,49 persen atau setara dengan 144.900 jiwa.
Data tersebut menunjukkan bahwa besarnya kapasitas anggaran pemerintah daerah tidak secara langsung dapat disamakan dengan indikator kemiskinan. APBD merupakan kapasitas fiskal pemerintah daerah, sementara persentase penduduk miskin menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan merupakan tiga kabupaten di kawasan pantura barat Jawa Timur yang selama ini berkembang sebagai kawasan ekonomi strategis. Ketiganya ditopang berbagai sektor, termasuk industri, perdagangan, pertanian, serta minyak dan gas bumi (migas).
Berdasarkan data persentase penduduk miskin menurut kabupaten/kota di Jawa Timur tahun 2025, angka kemiskinan Kabupaten Bojonegoro berada di level 11,49 persen atau setara dengan 144.900 jiwa.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Kabupaten Tuban yang mencapai 14,13 persen, tetapi lebih rendah dibandingkan Kabupaten Lamongan yang tercatat 12,03 persen.
Dengan demikian, dari tiga daerah tersebut, persentase penduduk miskin Bojonegoro berada di bawah Tuban dan Lamongan berdasarkan data 2025.
Secara keseluruhan, persentase penduduk miskin Jawa Timur pada 2025 tercatat sebesar 11,49 persen berdasarkan data yang disampaikan.
Di antara wilayah sekitar Bojonegoro, sejumlah daerah memiliki tingkat kemiskinan yang berbeda. Kabupaten Ngawi tercatat 13,62 persen, Nganjuk 10,06 persen, Madiun 10,40 persen, dan Gresik 9,95 persen.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber