:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Pengamen-asal-Sidoarjo-menyantap-makanan-bersama-temannya-di-Kantor-Satpol-PP-Bangkalan.jpg)
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Permasalahan masih maraknya anak jalanan (anjal) di simpang empat akses Jembatan Suramadu, Desa Petapan, Kecamatan Labang, Bangkalan, Madura, mulai terkuak setelah personel Satpol PP Bangkalan menggulung sedikitnya lima anjal pada Minggu (27/9/2026).
Satu di antara mereka mengaku, Bangkalan merupakan ladang basah bagi anjal, uang receh yang terkumpul bisa mencapai Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari.
Laju perlahan kendaraan-kendaraan personel Satpol PP di antara padatnya arus lalu lintas di akses Suramadu ternyata sudah terendus para anjal.
Mereka berhamburan meninggalkan jalan raya menuju sisi timur dan barat simpang empat akses Suramadu.
Situasi itu memaksa puluhan personel Satpol PP pimpinan Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum), Ari Moein, melakukan penyisiran di dua sisi akses Suramadu hingga menemukan dua gubuk berbahan bambu dan kayu di tengah rerimbunan pepohonan.
“Markas mereka ada dua; di sisi barat dan timur akses (Suramadu) Petapan. Dalam pemeriksaan markas, sering kali kami medapatkan alat isap sabu, bahkan sebelumnya kami temukan obat-obatan terlarang,” ungkap Ari.
Dalam sepekan terakhir, personel Satpol PP Bangkalan menggulung lima anjal yang berasal dari Bangkalan, Sampang, dan Sidoarjo.
“Kami sudah sering melakukan penertiban anjal di akses Suramadu, termasuk di beberapa titik traffic light kawasan Bangkalan. Namun beberapa di antaranya kembali, ada yang wajah lama dan baru,” jelas Ari.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber