
SURABAYA (Kabarjawatimur) – Upaya meramaikan Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Kota Surabaya membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah dan para pedagang, tetapi juga
SURABAYA (Kabarjawatimur) – Rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sejumlah lembaga publik menjadi perhatian Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS, Reni Astuti. Menurutnya, kondisi tersebut harus dijawab dengan penguatan etika dan integritas dalam kepemimpinan publik.
Pesan itu disampaikan Reni saat menjadi pemateri dalam Sekolah Politik Perempuan yang digelar Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Amaris Hotel Darmo Surabaya, Sabtu (26/9/2026).
Reni menegaskan, etika tidak boleh hanya menjadi pelengkap dalam kepemimpinan. Etika harus menjadi landasan dalam setiap keputusan dan kebijakan yang dibuat pejabat publik.
“Etika bukanlah sekadar hiasan dalam kepemimpinan, melainkan infrastruktur utama yang menopang seluruh kebijakan publik,” ujar Reni.
Menurutnya, perilaku jujur, adil, terbuka, dan berorientasi pada pelayanan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Kepercayaan itu pula yang menjadi dasar legitimasi kebijakan pemerintah.
Namun, kepercayaan publik yang dibangun selama bertahun-tahun dapat hilang dalam waktu singkat ketika terjadi persoalan etik.
Dalam pemaparannya, Reni menyinggung data kepercayaan publik pada Januari 2026. Berdasarkan data yang ia sampaikan, tingkat kepercayaan terhadap DPR RI berada di angka 56 persen dan partai politik 61 persen. Sementara tingkat kepercayaan terhadap TNI mencapai 93 persen dan Presiden 91 persen.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber