Ketika mendengar Topak Ladeh (ketupat Ladeh), orang Madura, khususnya Bangkalan, akan teringat saat Lebaran Ketupat tiba. Tradisi ini dirayakan seminggu setelah Idul Fitri, atau pada 8 Syawal. Setelah Idul Fitri, umat Islam dapat melaksanakan puasa sunah enam hari di bulan Syawal. Di Bangkalan, momentum Lebaran Ketupat dirayakan dengan memasak makanan khas yang disebut Topak Ladeh.

Secara tradisional, Topak Ladeh merupakan hidangan yang disajikan saat Lebaran Ketupat. Masakan ini menggunakan berbagai macam rempah dan rimpang sebagai bumbu.

Dalam buku “Rempah Nusantara: Perjalanan Penyintas Peradaban” dijelaskan bahwa rempah dalam batasan luas adalah setiap bagian tumbuhan yang mengandung zat kimia yang berguna bagi kehidupan manusia.

Rempah umumnya beraroma sehingga dapat digunakan sebagai bumbu dapur untuk menguatkan cita rasa. Rempah yang digunakan dalam Topak Ladeh antara lain kayu manis, jintan, ketumbar, merica, dan kemiri.

Adapun rimpang atau rizoma adalah modifikasi batang tumbuhan yang tumbuh menjalar di bawah permukaan tanah serta mampu menghasilkan tunas dan akar baru dari ruas-ruasnya.

Rimpang yang digunakan untuk bumbu Ladeh antara lain kunyit, jahe, laos, dan kunci. Rempah dan rimpang yang digunakan merupakan bumbu dapur yang juga dikenal memiliki khasiat sebagai tanaman herbal.

Topak Ladeh merupakan hidangan berkuah kental dengan rempah khas Bangkalan. Bahan utama Topak Ladeh bisa berupa daging, jeroan sapi, ayam, dan telur. Sayuran yang digunakan antara lain labu siam, kacang panjang, atau pepaya mentah.

Bumbu Topak Ladeh terbagi menjadi dua, yakni bumbu basah dan bumbu kering. Bumbu basah meliputi cabai besar, bawang merah, bawang putih, kunyit, laos, kencur, kunci, dan jahe.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *