Surabaya- Perupa muda asal Sanggar Daun Surabaya, Malya Sasmaya, menggelar pameran tunggal bertajuk “Dialog Batik Madura” di Galeri Merah Putih, Balai Pemuda Surabaya.

Pameran tunggal perdana Malya dibuka oleh sejarawan asal Bangkalan, Madura, Hidrochin Sabaruddin.

Dalam proses berkaryanya, perupa berusia 17 tahun tersebut terlebih dahulu melakukan riset melalui observasi selama satu tahun di sentra Batik Tulis Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura.

Dari proses tersebut, Malya menghasilkan lebih dari 20 karya baru dengan medium yang cukup khas.

Ia memadukan cat akrilik dengan kolase batik tulis Madura asli, terutama motif Tanjung Bumi, yang kemudian diaplikasikan di atas kanvas.

Namun, karena keterbatasan ruang galeri, dalam pameran kali ini Malya hanya menampilkan delapan karya dengan berbagai ukuran.

Malya menyebut terdapat tiga karya utama yang menjadi kunci dalam pameran tunggal perdananya.

Jl. Baja 15 No.2 Perumahan Pongangan Indah (PPI)
Desa Suci Rt 03 Rw 06, Kec. Manyar,
Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61151

+62 812-1725-6955
[email protected]

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *