:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Viral-Kepsek-SMPN-18-Malang-Tempeleng-Sejumlah-Siswa-Korban-Lebam-sampai-Telinga-Mengeluarkan-Darah.jpg)
TRIBUNNEWS.COM – Kasus dugaan kekerasan yang dilakukan Kepala SMPN 18 Kota Malang, Jawa Timur, Moh. Amrozi Hamidi, terhadap siswanya sendiri terus bergulir.
Kasus tersebut mencuat setelah video yang merekam aksi Amrozi memukul seorang siswa viral di media sosial.
Dalam rekaman itu, Amrozi terlihat memukul korban yang disebut tidak mengenakan baju adat setiap hari Kamis.
Aksi tersebut kemudian menuai sorotan hingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang mencopot Amrozi dari jabatannya pada Jumat (25/9/2026).
Kuasa hukum korban, Lilik Yuliana mengatakan, selain menerima aduan soal kekerasan, dirinya mendapatkan pengakuan ada siswa jadi korban pelecehan.
“Ada juga kejadian pelecehan yang dialami oleh siswi di sana gitu. Untuk pelecehan ini kita masih mendalami lagi, kita masih mencari tahu kebenarannya,” urainya, dikutip dari Program Saksi Kata yang tayang di YouTube Tribunnews, Senin (28/9/2026).
Yuliana dalam kesempatannya juga membeberkan kronologi kekerasan yang dialami oleh sejumlah siswa SMPN 18 Malang.
Kejadian bermula dari aturan sekolah yang mewajibkan siswa mengenakan pakaian adat setiap Kamis.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber