
SURABAYA (Kabarjawatimur) – Upaya meramaikan Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Kota Surabaya membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah dan para pedagang, tetapi juga
SURABAYA – Masyarakat Kota Surabaya diimbau lebih selektif saat membeli daging sapi untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari. Pemilihan tempat pembelian dinilai penting untuk memastikan daging
JEMBER (Kabarjawatimur.com) — PT Pegadaian (Persero) Kanwil XII Surabaya berkolaborasi dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) melalui gerakan nasional SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia) dalam pelaksanaan program SPARK CAMPUS (SPRIN x Pegadaian Peduli Aksi Reproduksi dan Keuangan Goes to Campus) di Universitas Jember.
Program SPARK CAMPUS merupakan inisiatif kolaboratif yang mengintegrasikan edukasi literasi keuangan, kesehatan reproduksi, dan vaksinasi bagi generasi muda di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pegadaian dalam memberikan edukasi yang relevan sekaligus mendorong pemberdayaan perempuan dan generasi muda melalui pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG).
Pelaksanaan SPARK CAMPUS di Universitas Jember pada 27 September 2026 merupakan bagian dari rangkaian roadshow di 12 perguruan tinggi yang berada di wilayah operasional PT Pegadaian (Persero). Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa, dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 500 mahasiswa Universitas Jember.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil XII Surabaya, Bapak Ahmad Zaenudin, menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk mendekatkan edukasi kesehatan dan finansial kepada generasi muda.
“Melalui SPARK CAMPUS, kami ingin hadir lebih dekat dengan generasi muda melalui edukasi yang tidak hanya memberikan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya mengelola keuangan sejak dini. Kami berharap kolaborasi bersama POGI dan SPRIN ini dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mempersiapkan masa depan yang lebih sehat, mandiri, dan produktif,” ujar Ahmad Zaenudin.
Dalam rangkaian kegiatan, mahasiswa memperoleh edukasi kesehatan reproduksi yang disampaikan oleh tenaga kesehatan melalui gerakan SPRIN. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta membangun kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber