SURABAYA (Kabarjawatimur) – Upaya meramaikan Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Kota Surabaya membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah dan para pedagang, tetapi juga

SURABAYA (Kabarjawatimur)– Fenomena eksploitasi anak di Kota Surabaya kembali menjadi sorotan. Anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah disebut tak jarang dipaksa turun ke jalan untuk

SURABAYA (Kabarjawatimur)– Fenomena eksploitasi anak di Kota Surabaya kembali menjadi sorotan. Anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah disebut tak jarang dipaksa turun ke jalan untuk mencari uang, bahkan ada yang dibebani target setoran harian hingga tidak diperbolehkan pulang sebelum target terpenuhi.

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Michael Leksodimulyo, mengungkapkan bahwa tekanan ekonomi menjadi salah satu faktor yang mendorong terjadinya praktik tersebut. Namun, persoalan itu juga diperparah oleh ketidaktahuan orang tua mengenai hak-hak anak.

“Eksploitasi itu disengaja atau tidak disengaja. Dan faktor yang terjadi pada waktu itu adalah faktor ekonomi,” kata Michael.

Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga yang terdesak membuat sebagian orang tua melibatkan anak untuk ikut mencari penghasilan. Anak kemudian dikaryakan untuk mengamen maupun aktivitas lain di ruang publik.

“Jadi faktor ekonomi yang akan menyebabkan mereka itu menjadi seperti itu. Jadi bukan hanya suami, bukan hanya ibunya, tetapi juga anak-anak itu dikaryakan,” ujarnya.

Yang lebih memprihatinkan, Michael menyebut terdapat praktik penyewaan anak untuk mengamen di sejumlah lokasi, termasuk kawasan transportasi umum.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *