SURABAYA (Kabarjawatimur) – Upaya meramaikan Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Kota Surabaya membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah dan para pedagang, tetapi juga

SURABAYA (Kabarjawatimur)– Fenomena eksploitasi anak di Kota Surabaya kembali menjadi sorotan. Anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah disebut tak jarang dipaksa turun ke jalan untuk

SURABAYA (Kabarjawatimur) – Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya menyoroti sejumlah titik krusial dalam RAPBD Surabaya 2027. Salah satunya, target pertumbuhan ekonomi yang justru dipatok lebih rendah dibandingkan capaian 2025, sementara pemerintah daerah merencanakan pinjaman mencapai Rp1,318 triliun.

Sorotan tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, dalam Rapat Paripurna DPRD Surabaya, Selasa (29/9/2026).

Azhar mempertanyakan alasan pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi Surabaya 2027 sebesar 5,84 persen. Padahal, pertumbuhan ekonomi Surabaya pada 2025 disebut mencapai 5,87 persen.

Bagi Gerindra, besarnya dukungan anggaran melalui APBD semestinya mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.

“Fraksi Gerindra perlu mendapat penjelasan, mengapa dengan dukungan anggaran yang besar, target pertumbuhan ekonomi 2027 justru berada di bawah capaian tahun 2025,” ujar Azhar.

Ia meminta Pemkot Surabaya menjelaskan strategi agar APBD tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *