
JAVASATU.COM- Bakorwil III Malang memperkuat koordinasi BPBD dan pemerintah daerah di Jawa Timur untuk menghadapi ancaman kekeringan. Pemetaan wilayah terdampak dan kesiapan logistik menjadi perhatian agar distribusi bantuan, terutama air bersih, bisa dilakukan cepat saat kondisi darurat.
Kepala Bakorwil Malang Asep Kusdinar mengatakan kondisi kekeringan berbeda di setiap daerah sehingga penanganannya harus berdasarkan data dan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Desk ini menjadi ruang untuk menyamakan data, melihat kondisi di masing-masing daerah, sekaligus memastikan langkah penanganan dapat dikoordinasikan dengan baik,” ujarnya.
Selain pemetaan kekeringan, forum membahas kesiapan gudang logistik kebencanaan. Asep menilai ketersediaan bantuan harus didukung pencatatan stok, penyimpanan, pemeliharaan, hingga mekanisme distribusi yang jelas.
“Ketika bencana terjadi, yang dibutuhkan masyarakat adalah kecepatan. Karena itu, logistik harus sudah siap, datanya jelas, dan mekanisme distribusinya juga harus dipahami bersama,” kata Asep.
Menurut Asep, kesiapsiagaan tidak bisa hanya mengandalkan respons ketika bencana terjadi. Pemerintah daerah perlu mengetahui kondisi wilayah, jumlah masyarakat terdampak, kebutuhan air bersih, serta dukungan logistik yang tersedia.
Koordinasi lintas daerah juga diperlukan karena penanganan kekeringan dipengaruhi kondisi geografis, sumber air, sebaran penduduk, akses menuju wilayah terdampak, dan kemampuan distribusi bantuan.
Asep menegaskan kesiapsiagaan harus dibangun sebagai satu sistem agar setiap daerah mengetahui peran dan kebutuhan dukungannya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber