
Surabaya (beritajatim.com) – Sop Buntut Ganefo yang berada di kawasan Kali Mati, Surabaya Utara, menjadi salah satu kuliner yang bertahan sejak 1957. Rumah makan ini hingga kini masih diburu pecinta kuliner yang mencari sarapan maupun makan siang.
Sejak 1982, pengelolaan Sop Buntut Pabean Ganefo diwariskan kepada anaknya, Kang Tjwie Tjwie dan Tan Giok Seng. Saat ini, Sop Buntut Pabean Ganefo dikelola generasi keempat, yakni Cece cantik Amy Amabel.
Dikenal dengan kuah kaldu sapi yang bening namun kaya akan rempah-rempah pilihan, Sop Buntut Ganefo menawarkan rasa gurih nan hangat yang meresap hingga ke serat daging terkecil.
“Yang beda di sini adalah potongan buntut sapinya yang empuk dan mudah lepas dari tulang menjadi bukti kepiawaian proses memasak tradisional yang dipertahankan secara konsisten dari generasi ke generasi,” ungkap Amy Amabel, Selasa (29/9/2026).
Rahasia kelezatan Sop Buntut Ganefo terletak pada pemilihan bahan baku dan teknik pengolahan yang matang, seperti kualitas daging pilihan yang hanya menggunakan bagian buntut sapi segar berkualitas tinggi yang diolah dengan durasi perebusan pas agar tekstur empuknya sempurna.
Lalu, kuah rempah autentik dari perpaduan pala, cengkeh, kayu manis, dan bawang putih digiling segar setiap hari, menciptakan aroma khas yang menggugah selera begitu hidangan disajikan.
Hingga pelengkap tradisional seperti disajikan hangat bersama taburan daun bawang, bawang goreng renyah, emping gurih, potongan tomat segar, serta racikan sambal rawit hijau yang pedas menggigit.
Meski kini dikelola oleh generasi penerus, cita rasa Sop Buntut Ganefo tidak pernah berubah sedikit pun. Pengelola mengaku terus memegang teguh standar resep dan tata cara memasak yang diajarkan oleh para pendiri.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber