Bojonegoro (beritajatim.com) – Penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) dan penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) migas membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro meminta pemerintah desa memperkuat tata kelola keuangan. Para sekretaris desa (Sekdes) se-Kabupaten Bojonegoro dikumpulkan untuk memastikan perencanaan dan penggunaan anggaran desa tetap terarah.

Pembinaan tata kelola keuangan desa tersebut digelar di Pendopo Malowopati Bojonegoro. Selain memperkuat kapasitas Sekdes, kegiatan ini menjadi forum untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan desa dengan arah kebijakan Pemkab Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, Sekdes memiliki posisi penting dalam membantu kepala desa menjalankan pemerintahan. Karena itu, komunikasi dan sinergi antara kepala desa dengan Sekdes harus terus diperkuat.

“Sekdes membantu kepala desa. Maka komunikasi dan sinergi sangat diperlukan dengan kepala desa,” kata Setyo Wahono. Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, peran Sekdes tidak hanya berkaitan dengan administrasi pemerintahan. Sekdes juga memiliki tanggung jawab dalam mengoordinasikan berbagai urusan pemerintahan desa, termasuk mendukung proses perencanaan pembangunan.

Setyo Wahono menegaskan, tata kelola administrasi yang baik menjadi salah satu kunci agar pemerintahan desa berjalan tertib. Terlebih, kondisi fiskal yang mengalami penyesuaian menuntut pemerintah desa lebih cermat dalam menentukan program dan penggunaan anggaran.

Karena itu, perencanaan pembangunan desa harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat serta kemampuan keuangan yang tersedia. Setiap program diharapkan memiliki manfaat yang jelas dan tidak mengabaikan skala prioritas.

Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menambahkan, penurunan DBH migas akibat kebijakan pemerintah pusat membuat pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian dalam menentukan prioritas pembangunan.
“Mengingat adanya penurunan DBH migas dari kebijakan pemerintah pusat, maka perlu memprioritaskan beberapa sektor yang langsung ke masyarakat. Seperti sektor pertanian, kesehatan, serta infrastruktur dan sektor prioritas lainnya,” ujarnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *