
Bojonegoro (beritajatim.com) – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono melakukan rotasi dan mutasi terhadap 111 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur. Dua di antaranya merupakan pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang kini bertukar posisi sebagai kepala dinas.
Pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan berlangsung di Ruang Angling Dharma, Lantai 2 Gedung Pemkab Bojonegoro, Kamis (1/10/2026). Para pejabat yang dilantik terdiri dari JPT Pratama, administrator, dan pengawas.
Dalam arahannya, Setyo Wahono menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari penataan dan penyegaran organisasi. Menurutnya, pergantian posisi bukan didasarkan pada persoalan suka atau tidak suka, melainkan untuk mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
“Pelantikan ini bukan soal suka dan tidak suka, tetapi bagian dari penyegaran organisasi demi memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” kata Setyo Wahono.
Ia meminta para pejabat yang mendapat amanah baru segera menyesuaikan diri dengan tugas masing-masing. Sinergitas antarperangkat daerah juga harus diperkuat, disertai profesionalisme dan integritas dalam menjalankan pemerintahan.
Berdasarkan Keputusan Bupati Bojonegoro tertanggal 1 Oktober 2026, dua pejabat mendapat pengangkatan dalam JPT Pratama. Keduanya sekaligus bertukar posisi sebagai kepala dinas.
Luluk Alifah yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kini dipercaya memimpin Dinas Sosial (Dinsos). Sementara Agus Susetyo Hardiyanto yang sebelumnya Kepala Dinsos, bergeser menjadi Kepala DLH.
Selain dua pejabat JPT Pratama tersebut, terdapat 56 pejabat yang diangkat dalam jabatan administrator. Sejumlah posisi strategis di sekretariat daerah turut mengalami perubahan. Muhammad Imam Affan Tsaniya, misalnya, sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Kini ia dipercaya sebagai Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber