:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/ilustrasi-catur-Para-atlet-binaan-Persatuan-Catur-Seluruh-Indonesia-percasi-Sumenep-latihan.jpg)
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP – Regenerasi atlet menjadi tantangan serius yang saat ini dihadapi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Kamis (1/10/2026).
Terbatasnya jumlah atlet binaan membuat organisasi tersebut harus bergerak mencari bibit-bibit baru agar prestasi catur tidak terhenti di generasi saat ini.
Jumlah tersebut dinilai belum ideal untuk menjamin keberlangsungan pembinaan, sekaligus menyiapkan atlet yang mampu bersaing pada berbagai kejuaraan.
Ketua Percasi Sumenep, Moh Suharjono, mengatakan, minimnya atlet binaan bukan berarti masyarakat kabupaten di Madura tersebut kurang memiliki kemampuan bermain catur.
“Yang bermain catur sebenarnya cukup banyak. Namun, yang menjadi atlet binaan Percasi saat ini hanya 14 orang,” kata Suharjono, Kamis (1/10/2026).
Sebab, tanpa regenerasi yang berjalan baik, stok atlet berprestasi dikhawatirkan semakin menipis pada masa mendatang.
Satu di antara cara yang direncanakan adalah menggelar turnamen internal sebagai wadah mencari pemain muda yang memiliki potensi untuk dibina secara berkelanjutan.
“Regenerasi memang harus diperkuat. Kami berencana menambah atlet melalui penjaringan dari kompetisi,” kata Suharjono.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber