SIDOARJO, KOMPAS.com – Hasil pemeriksaan laboratorium awal terhadap 3.394 burung asal Vietnam yang diselundupkan ke sebuah gudang di Desa Kepatihan, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur, menunjukkan hasil negatif Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) atau Avian Influenza.

Meski demikian, Badan Karantina Indonesia masih melakukan pemeriksaan lanjutan karena ditemukan 161 ekor burung dalam kondisi mati.

Direktur Tindakan Karantina Hewan Badan Karantina Indonesia Cicik Sri Sukarsih mengatakan, pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan kondisi kesehatan burung yang menjadi barang bukti dalam perkara tersebut.

“Karantina Jawa Timur sudah melakukan pemeriksaan laboratorium, dan dari hasil uji labnya ditemukan hasil negatif HPAI atau Avian Influenza,” kata Cicik, Jumat (2/10/2026).

Menurut Cicik, pemeriksaan lanjutan dilakukan terhadap burung yang mati setelah petugas mendapat laporan mengenai kematian sejumlah burung.

“Namun, kami tetap akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut karena ada laporan ada yang mati,” ujarnya.

Petugas selanjutnya akan melakukan bedah bangkai terhadap burung yang mati untuk mengetahui kondisi hewan dan memastikan ada atau tidaknya gejala yang mengarah pada HPAI atau Avian Influenza.

“Dan kami akan melakukan bedah bangkai, kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, apakah dari hasil hewan yang mati itu menunjukkan gejala HPAI atau Avian Influenza,” kata Cicik.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *