
Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan setidaknya 135 nyawa usai pertandingan sepak bola di Malang, Jawa Timur (Jatim), sudah empat tahun berlalu, sejak hari kejadian, 1 Oktober 2022 silam.
Saat peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan yang digelar masyarakat sipil bersama Aremania di depan Balai Kota Malang, Kamis (1/10) kemarin, mereka mengingatkan publik tak lupa pada pencari keadilan.
Peringatan Tragedi Kanjuruhan pun dilakukan suporter timnas Indonesia yang memilih hening di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGB), Jakarta, saat Skuat Garuda melawan timnas Bangladesh semalam.
Dalam kasus ini, masih ada satu orang yang telah ditetapkan polisi sebagai tersangka empat tahun silam, namun belum diadili.
Orang itu adalah mantan Direktur utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita–yang sempat ditahan lalu dikeluarkan usai masa penahanannya sebagai tersangka tak diperpanjang polisi per 21 Desember 2022.
Massa yang memperingati empat tahun Tragedi Kanjuruhan meminta pemerintah tidak tutup mata soal belum terwujudnya keadilan bagi korban dan keluarganya.
“Tragedi yang sudah jelas di depan mata tidak mudah untuk dilupakan. Harapan saya pemerintah tidak abai akan hal ini,” kata perwakilan suporter, Ambon Fanda, dalam aksi peringatan Tragedi Kanjuruhan di Malang kemarin.
Ia secara gamblang menyoroti vonis ringan yang dijatuhkan kepada para terdakwa. Hukuman tersebut dinilai tidak sepadan dengan besarnya jumlah korban jiwa.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber