
Malang, Beritasatu.com – Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) menyebut sebanyak 4.500 santri mengikuti Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI 2026 di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat nasionalisme santri sekaligus menanamkan nilai cinta lingkungan dan toleransi beragama.
Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said mengatakan, PPSN VI 2026 diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 1.500 orang merupakan utusan dari berbagai daerah, sedangkan 3.000 peserta lainnya berasal dari Jawa Timur.
“Peserta yang mengikuti Perkemahan Pramuka Santri ke-6 ini secara total diikuti 4.500 santri utusan seluruh Indonesia,” kata Basnang Said saat pembukaan PPSN VI 2026 di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Kabupaten Malang, Kamis (1/10/2026) malam.
Basnang menjelaskan, PPSN sejatinya direncanakan berlangsung pada 2021. Namun, setelah pelaksanaan terakhir pada 2018 di Provinsi Jambi, kegiatan tersebut baru kembali digelar pada 2026 di Jawa Timur.
Menurutnya, PPSN tidak sekadar menjadi ajang perkemahan dan kompetisi kepramukaan, tetapi juga sarana membangun karakter santri agar memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara.
Ia menegaskan, nilai-nilai kepramukaan sejalan dengan ajaran pesantren, terutama dalam menanamkan semangat nasionalisme.
“Di pramuka diajarkan cinta Tanah Air. Di pesantren pun ada hubbul wathan minal iman, mencintai negara bagian dari keimanan,” ujarnya.
Basnang menilai tidak ada pertentangan antara pendidikan pesantren dan kegiatan kepramukaan. Sebaliknya, penguatan kegiatan Pramuka di lingkungan pesantren dapat memperbesar kecintaan santri terhadap Indonesia.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber