Jember (beritajatim.com) – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) meminta Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, memfasilitasi kios gratis bagi pedagang di Pasar Tanjung. Saat ini jumlah pedagang yang berjualan lantai atas Pasar Tanjung tinggal 30 persen.

Hal ini diungkapkan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Muhammad Faizin dalam pertemuan membahas penataan Pasar Tanjung di Aula Dinas Pendidikan Jember, Jumat (2/10/2026) sore. Pertemuan itu dipimpin langsung Bupati Muhammad Fawait dan diikuti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, organisasi perangkat daerah, perwakilan pedagang, dan warga sekitar Pasar Tanjung.

Faizin yang mengadvokasi pedagang Pasar Tanjung mengatakan, ada banyak keluhan dari masyarakat sekitar Pasar Tanjung soal banyaknya pedagang bajongan dan menggunakan mobil bak terbuka berjualan sayur dan komoditas hortikultura di Jalan Samanhudi yang menyebabkan lalu lintas terganggu.

Pembatas yang dipasang pemerintah daerah untuk menata pedagang agar tidak menguasai sekujur jalan juga tak berguna. Pemilik toko juga terpaksa menutup toko lebih cepat pada malam hari karena jalan di depan toko sudah dikuasai pedagang bajongan dan mobil bak terbuka.

Sementara itu, pedagang di dalam Pasar Tanjung juga mengeluhkan sepinya pembeli karena konsumen lebih suka membeli dari pedagang di jalanan daripada masuk ke pasar. Situasi diperparah dengan tidak adanya lahan parkir untuk konsumen yang hendak membeli di Pasar Tanjung.

Faizin mengingatkan keinginan Bupati Muhammad Fawait agar penataan pedagang di Pasar Tanjung sesuai aturan. “Sesuai aturan dan regulasi yang yang berlaku, undang-undang soal jalan dan undang-undang soal PKL menyebutkan,jalan tidak boleh digunakan. untuk berjualan. Tapi praktik itu sudah bertahun-tahun, dan membuat hal itu diwajarkan,” katanya.

Maka GMNI menawarkan solusi untuk memasukkan semua pedagang kaki lima di Jalan Samanhudi dan Jalan Untung Suropati untuk direlokasi ke dalam Pasar Tanjung.

“Kita harus menegakkan aturan. Jalan tidak boleh digunakan untuk berjualan. Tapi dengan catatan tidak meminggirkan sebagian pihak. Semua orang ini kan sama-sama wong cilik. Jadi solusinya kita harus memfasilitasi pedagang untuk disediakan kios gratis di atas (lantai atas Pasar Tanjung),” kata Faizin.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *