
Surabaya (beritajatim.com) – Penemu metode Fu Subcutaneous Needling (FSN) asal Tiongkok, Prof. Fu Zhonghua, melatih 50 praktisi kesehatan Indonesia di PrimeBiz Hotel Surabaya. Pelatihan dua hari ini fokus pada penanganan nyeri jaringan otot.
Peserta yang hadir berasal dari dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, dokter akupunktur, hingga ahli kinesiologi. Mereka mempelajari teknik penusukan dangkal pada lapisan bawah kulit untuk meredakan gangguan muskuloskeletal.
Metode FSN memanfaatkan manipulasi jarum horizontal pada jaringan subcutaneous tanpa menembus otot dalam. Prof. Fu menyebut, penerapan teknik ini memerlukan pemahaman klinis secara langsung pada tubuh pasien.
“FSN tidak hanya dipelajari melalui teori. Peserta perlu memahami bagaimana teknik diterapkan secara langsung pada kondisi klinis, termasuk bagaimana menentukan area dan teknik intervensi berdasarkan kondisi pasien,” ujar Prof. Fu, Jumat (2/10/2026).
Dalam peragaan medis, tim pengajar menangani tiga kasus yaitu cervical spondylosis, HNP lumbal, dan osteoarthritis genu. Skala nyeri pasien tercatat mengalami penurunan dari angka 10 menjadi berkisar 0 hingga 3.
“Pembelajaran FSN membutuhkan pemahaman teori sekaligus keterampilan tangan. Karena itu, praktik langsung menjadi bagian penting agar peserta dapat memahami teknik dengan lebih baik,” kata Dr. Chen.
Pakar FSN Tiongkok, Prof. Yu Yanfang, turut menyampaikan materi integrasi herbal Tradisional Chinese Medicine (TCM). Pendekatan herbal difokuskan untuk menjaga fungsi organ limpa dan lambung pasien sebagai pelengkap terapi FSN.
“Pendekatan TCM memiliki berbagai metode terapi yang dapat saling melengkapi. Pemahaman terhadap kondisi internal pasien dan pendekatan terhadap jaringan tubuh dapat menjadi bagian dari pembelajaran terapi yang terintegrasi,” tutur Prof. Yu.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber