TRIBUNNEWS.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Martdirdjo (Smart) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, tengah menjadi sorotan.

Hal itu terjadi setelah jenazah Saumi (45), warga Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengan, diduga tertahan akibat belum membayar biaya ambulans Rp800.000.

Pekan sebelumnya, kejadian serupa juga menimpa jenazah Ummiyah (72), warga Desa Konang, Kecamatan Galis.

Direktur RSUD Smart Pamekasan, dr Syaiful Hidayat membantah penahanan terhadap dua jenazah tersebut.

“Itu tidak benar. Namanya pulang kan orang salah persepsi dikira langsung dibawa pulang. Kan harus dibawa ke kamar jenazah dulu,” katanya, dikutip dari Kompas.com, Jumat (2/9/2026).

“Justru pasien itu kita bantu, terima kasih ke kita, bukan membela rumah sakit saya,” tandasnya.

Massa kemudian ditemui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Saifudin dan Sekretaris Daerah (Sekda), Taufikurrachman.

Pada momen tersebut, Kadinkes Pamekasan, Saifudin, menjadi sasaran protes. Ia ditaburi uang oleh puluhan warga.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *