Peringatan Hari Batik Nasional 2026 di Surabaya dikemas berbeda melalui agenda Batik Berlayar di Sungai Kalimas, Jumat (2/10/2026). Batik tidak hanya ditampilkan di ruang pamer atau panggung, tetapi dibawa menyusuri sungai Kalimas dari Taman Prestasi menuju Monumen Kapal Selam (Monkasel).

Ketua Yayasan Batik Indonesia (YBI), Gita Gilang Kencana, mengatakan dalam sambutan perayaan Hari Batik Nasional bahwa konsep Batik Berlayar dipilih untuk membawa batik lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Kalau biasanya kita membawa batik ke sebuah gedung, ke ruang pamer, atau ke atas panggung, kali ini kami berpikir, mengapa tidak kita bawa batik keluar,” ujar Gita dalam sambutan peringatan Hari Batik Nasional 2026 di Surabaya.

Menurutnya, batik merupakan budaya yang hidup sehingga tidak harus selalu berada di tempat yang formal. Melalui Batik Berlayar, batik dihadirkan di ruang publik melalui perahu-perahu yang berlayar di sungai dengan hiasan ornamen batik Jawa Timur.

“Batik adalah budaya yang hidup. Karena itu, batik tidak harus selalu berada di tempat yang formal. Batik bisa hadir di ruang publik, di jalan, di perjalanan, dan di tengah kehidupan masyarakat,” kata Gita.

Ia berharap konsep tersebut dapat membuat masyarakat semakin merasa dekat dengan batik dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengapresiasi pemilihan Surabaya sebagai lokasi puncak peringatan Hari Batik Nasional. Menurut Emil, pemilihan Sungai Kalimas dan Monumen Kapal Selam sebagai lokasi Batik Berlayar memberikan kesan tersendiri.

“Kalimas ini adalah salah satu ikon dari Kota Surabaya. Ini membentang sampai ke laut,” ujar Emil.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *