
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menekan dampak kekeringan. Di antaranya penyaluran bantuan air bersih, modifikasi cuaca, hingga salat istisqa atau salat meminta hujan.
“Ini fenomena El Nino, kering, kemarau yang cukup panjang. Kami sudah melakukan berbagai ikhtiar,” kata Khofifah usai menyalurkan bantuan 10 ribu liter air bersih di Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Sabtu (3/10/2025).
Operasi modifikasi cuaca dilakukan ketika BMKG mendeteksi adanya potensi awan yang masuk ke wilayah daratan. Operasi ini digelar untuk mengupayakan hujan ringan hingga sedang di beberapa tempat.
Untuk penanganan jangka menengah dan panjang, Pemprov Jatim juga mendorong pembangunan akses air melalui pipanisasi dari sumber air terdekat. Khofifah mencontohkan pembangunan jaringan pipa di Singosari yang mengambil sumber air dari kawasan Arjuno dengan jarak sekitar 17 kilometer.
“Kami membuat akses dengan pipanisasi dari sumber air terdekat. Sumber air terdekat itu bisa sampai belasan kilometer, seperti di Singosari dan Bromo,” jelasnya.
Selain sumur bor, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang juga menyiapkan pembangunan jaringan pipanisasi melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Menurut Khofifah, skema tersebut dinilai lebih berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat dalam jangka panjang.
“SPAM ini sustainability-nya bisa lebih terjamin dan lebih strategis jangka panjang,” ujarnya.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyalurkan air bersih di Desa Pagak. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber