
SURABAYA(Kabarjawatimur) – Jalur formal yang tak kunjung mendapat respons membuat pedagang Pasar Buah Tanjungsari persil 77 memilih cara lain untuk menyampaikan aspirasi. Sebuah baliho
SURABAYA – Moratorium perizinan rumah hiburan umum (RHU) baru di Kota Surabaya mendapat dukungan DPRD. Kebijakan tersebut dinilai menjadi momentum untuk memperketat pengawasan sekaligus
JAKARTA,(Kabarjawatimur.com) –
Kapolri kembali melakukan mutasi besar-besaran, diharapkan membawa perubahan penting di wilayah Jawa Timur. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, sejumlah perwira tinggi mendapat amanah baru, termasuk pergantian pucuk pimpinan Polda Jawa Timur.
Pergantian Kapolda Jatim menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian mutasi yang dilakukan Polri. Perubahan tersebut berlangsung bersamaan dengan pergeseran sejumlah Kapolda di berbagai wilayah serta pergantian sejumlah pejabat utama (PJU) Mabes Polri.
Mutasi ini menjadi perhatian khusus di Jawa Timur karena posisi Kapolda memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di provinsi dengan jumlah penduduk besar serta dinamika kamtibmas yang cukup kompleks.
Rangkaian pelantikan dan serah terima jabatan tersebut juga diikuti Korps Raport kenaikan pangkat ke dan dalam golongan perwira tinggi Polri. Kegiatan dipimpin langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (3/10/2026) malam.
Dalam telegram mutasi tersebut, jabatan Kapolda Jawa Timur termasuk salah satu dari 19 jabatan Kapolda yang mengalami perubahan.
Selain Jawa Timur, pergantian juga terjadi pada sejumlah Polda lain, yakni Polda Metro Jaya, Maluku, Kepri, Riau, NTT, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Bali, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Jambi, Gorontalo, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan DIY.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber