jatimnow.com – Jajanan pasar kini tak lagi sekadar kuliner tradisional yang dipajang di tampah. Di tangan Veronica Singajaya, alumnus Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya, kudapan Nusantara seperti kue lapis, onde-onde, leker, putu, klepon, hingga carabikang bertransformasi menjadi sarana refleksi kehidupan anak muda.

Melalui pendekatan Intellectual Property (IP) berwujud karakter animasi bernama “Jelita”, Veronica mengemas jajanan pasar agar relevan dengan keseharian Generasi Z.

Inovasi visual ini sukses menembus panggung Jakarta Future Festival 2026, ajang pameran ekosistem kreatif bergengsi yang digagas Kementerian Ekonomi Kreatif RI bersama Pemerintah Jakarta dan Asosiasi Program Studi DKV Indonesia.

Gagasan ini berawal saat Veronica mengikuti program pertukaran mahasiswa di Dongseo University, Busan, Korea Selatan, sebagai satu-satunya penerima beasiswa Global Korea Scholarship (GKS) asal Indonesia di angkatannya.

Mengamati melesatnya pop culture Negeri Ginseng dalam mempromosikan budaya lokal, ia tergerak menerapkan strategi serupa untuk menyelamatkan popularitas jajanan tradisional di tanah air.

“Karakter Jelita hadir sebagai representasi Gen Z yang sedang berada di fase emerging adulthood. Ceritanya dikemas lewat komik pendek dan animasi di Instagram, lalu dihubungkan dengan karakteristik tiap-tiap jajanan pasar,” ujar gadis kelahiran Banjarmasin tersebut.

Bagi Veronica, tiap kudapan menyimpan cerita dan filosofi unik. Melalui cerita pendek bergaya slice of life, fenomena seperti pencarian jati diri, tekanan sosial, rutinitas kerja, hingga kebutuhan untuk beristirahat dijahit secara personal dengan narasi kuliner lokal.

Tak berhenti di konten media sosial, tugas akhir lulusan angkatan 2022 ini dilanjutkan ke berbagai media pendukung, mulai dari gantungan kunci, sticker set, hingga postcard.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *