:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kebakaran-lahan-di-Dusun-Rowo-DesaKecamatan-Pakusari-Kabupaten-Jember.jpg)
TRIBUNJATIM.COM, JEMBER – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, di tengah kondisi musim kemarau.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, hingga 4 Oktober 2026 tercatat sebanyak 84 kejadian kebakaran hutan dan lahan.
“Memang akhir-akhir ini luar biasa untuk kebakaran hutan dan lahan, ada 84 kejadian hingga 4 Oktober kemarin. Dari 84 kejadian itu, 11 merupakan kebakaran hutan, dan 73 kebakaran lahan,” ujar Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo kepada Tribun Jatim Network, Senin (5/10/2026).
Beberapa kebakaran kawasan hutan antara lain terjadi di kawasan Taman Nasional Meru Betiri, Kecamatan Tempurejo, Hutan Triangulasi, Kecamatan Gumukmas, serta kawasan Hutan Watangan, Kecamatan Wuluhan.
Pada Minggu (4/10/2026), misalnya, kebakaran terjadi di lahan gumuk di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari, sekitar pukul 18.19 WIB.
Di hari yang sama, kebakaran lahan seluas sekitar 1 hektare terjadi di Dusun Rowo, Desa/Kecamatan Pakusari, sekitar pukul 18.15 WIB.
“Ya kami tetap harus semangat, menikmati kekeringan ini. Kami harus terus Antisipasi dan menangani bencana, terutama agar tidak terjadi korban jiwa. Mengingat prediksi BMKG bahwa hujan akan turun di akhir Nopember, dan barulah Desember akan rutin hujan,” imbuh Edy.
Sementara itu, pada Minggu (4/10/2026) sore, hujan sempat turun di sejumlah wilayah Jember kota.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber