
Mojokerto, blok-a.com – Sebanyak 42 siswa SMPN 1 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, diduga mengalami gejala keracunan makanan berupa mual, muntah, dan diare. Puluhan siswa tersebut diduga mengalami gejala setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan sehari sebelumnya.
Dari 42 siswa yang mengalami gejala, sebanyak 27 siswa telah membaik dan diperbolehkan pulang. Sementara 15 siswa sempat dibawa ke UPTD Puskesmas Gayaman untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dyan Anggrahini, mengatakan dari 15 siswa yang dibawa ke puskesmas, enam di antaranya telah membaik. Sedangkan sembilan siswa lainnya masih menjalani perawatan.
“Jadi total ada 42 siswa yang diduga mengalami gejala keracunan. Sebanyak 27 sudah membaik dan sudah pulang, sedangkan 15 dibawa ke puskesmas. Dari 15 itu, enam sudah membaik dan sembilan masih dirawat,” kata Dyan, Rabu (7/10/2026).
Dyan menegaskan, kondisi tersebut masih sebatas dugaan dan belum dapat dipastikan sebagai kasus keracunan akibat makanan MBG. Pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya gejala pada puluhan siswa tersebut.
“Sekali lagi ini masih diduga, jadi masih perlu pembuktian. Karena mungkin ada yang alergi makanan atau apa. Dari 1.500 porsi, yang mengalami gejala mual, muntah, dan diare hanya 42 siswa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Mojoanyar, Elly Rosidah, juga meminta semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa gejala yang dialami siswa disebabkan makanan MBG.
Menurutnya, makanan MBG untuk hari Rabu (7/10/2026) belum dibagikan kepada siswa ketika gejala mulai muncul. Karena itu, pihak sekolah belum dapat memastikan hubungan antara kejadian tersebut dengan makanan MBG.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber