
Kota Malang, blok-a.com – Kasus kebakaran di Kota Malang melonjak sepanjang September 2026. UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang mencatat 66 kejadian selama September, meningkat dibandingkan 22 kejadian pada Juli dan 28 kejadian pada Agustus.
Secara keseluruhan, terdapat 116 kejadian kebakaran sepanjang Triwulan III 2026. Dari jumlah tersebut, kebakaran lahan menjadi objek yang paling banyak ditangani dengan 74 kejadian atau sekitar 64 persen.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengatakan tingginya jumlah kebakaran tersebut menjadi perhatian, terutama karena lahan mendominasi objek kebakaran selama periode tersebut.
“Kebakaran lahan menjadi objek yang paling banyak kami tangani selama Triwulan III 2026,” ujar Pandu dalam rilis resminya, Rabu (7/10/2026)
Selain lahan, kebakaran juga terjadi pada fasilitas umum sebanyak 16 kejadian, rumah dan permukiman 10 kejadian, gedung instansi pemerintah tiga kejadian, pergudangan tiga kejadian, industri dua kejadian, serta sejumlah objek lainnya.
Berdasarkan wilayah, Kecamatan Kedungkandang menjadi lokasi dengan kejadian kebakaran terbanyak, yakni 34 kasus. Disusul Lowokwaru 33 kejadian, Sukun 24 kejadian, Blimbing 16 kejadian, Klojen delapan kejadian, serta satu kejadian perbantuan di luar wilayah manajemen kebakaran (WMK).
Dari sisi penyebab, sabotase atau kesengajaan menjadi faktor yang paling banyak tercatat dengan 50 kejadian atau 42 persen. Berikutnya perambatan api atau panas sebanyak 24 kejadian, 19 kejadian masih dalam penyelidikan, kelalaian atau kecerobohan 10 kejadian, serta korsleting listrik delapan kejadian.
Total estimasi kerugian akibat kebakaran selama periode tersebut mencapai Rp2,168 miliar. Kerugian terbesar tercatat di Kecamatan Kedungkandang sebesar Rp884 juta, disusul perbantuan Rp350 juta, Blimbing Rp341 juta, Lowokwaru Rp219 juta, Klojen Rp215 juta, dan Sukun Rp159 juta.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber