
Hari Kapas Sedunia diperingati setiap 7 Oktober. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenal lebih jauh tanaman kapas yang memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari.
Food and Agriculture Organization (FAO) menyebut kapas sebagai salah satu serat alami yang banyak digunakan untuk pakaian dan kebutuhan rumah tangga. Di Indonesia, kapas menjadi salah satu komoditas perkebunan yang dimanfaatkan sebagai bahan baku industri Tekstil dan produk Tekstil (TPT).
Berdasarkan informasi Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, pengembangan kapas tersebar di tujuh provinsi, salah satunya Jawa Timur. Selain Jatim, wilayah pengembangan komoditas ini mencakup Jawa Tengah, DI Yogyakarta, NTB, NTT, Bali, dan Sulawesi Selatan yang menjadi sentra produksinya.
Hari Kapas Sedunia atau World Cotton Day diperingati setiap 7 Oktober sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kapas bagi kehidupan masyarakat. Peringatan ini menyoroti peran kapas bagi petani, pekerja, keluarga, serta perekonomian di berbagai negara.
Selain menggunakan kapas sebagai salah satu serat alami yang banyak digunakan untuk pakaian dan Tekstil rumah tangga, peringatan ini juga bertujuan meningkatkan perhatian terhadap tantangan dan peluang di sektor kapas, mulai produksi hingga perdagangan.
Hari Kapas Sedunia turut mendorong pengembangan sektor kapas yang lebih berkelanjutan serta perdagangan yang terbuka dan adil. Bagi sektor pertanian dan industri, kapas memiliki peran penting karena menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekaligus bahan baku berbagai produk tekstil.
Kapas merupakan tanaman yang hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan. Seratnya diolah menjadi benang dan kain untuk pakaian serta Tekstil rumah tangga, sedangkan bijinya dapat diolah menjadi minyak dan pakan ternak.
Sisa tanaman kapas juga bisa dimanfaatkan sebagai mulsa atau kompos. Selain serbaguna, serat kapas dikenal lembut, menyerap, dan nyaman digunakan sebagai bahan pakaian.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber