
PACITAN (Beritajatim.com) – Kemarau panjang terus berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi warga Desa Ketepung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. Puluhan warga kini mengandalkan satu sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah debit sumur pribadi mereka menyusut.
Sumber air yang berada di bawah pohon besar di Dusun Sumber, Desa Ketepung, tersebut biasanya tidak dimanfaatkan warga ketika musim penghujan. Namun, kondisi berbeda terjadi pada kemarau tahun ini. Sumber tersebut mulai ramai didatangi warga dan menjadi salah satu tumpuan untuk mendapatkan air bersih.
Setiap sore sekitar pukul 16.00, warga silih berganti mendatangi sumber air dengan membawa jerigen, galon air mineral, hingga ember. Air yang diambil digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari memasak, mencuci, mandi, hingga keperluan sanitasi.
Salah seorang warga, Mesrati, mengaku sudah sekitar dua bulan rutin mengambil air dari sumber tersebut. Dalam sehari, dia bisa datang pada pagi dan sore hari untuk memenuhi kebutuhan air bagi keluarganya yang berjumlah tujuh orang.
“Sudah sekitar dua bulan mengambil air di sini. Biasanya pagi dan sore. Airnya untuk kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, minum, mandi, dan lainnya,” kata Mesrati. Ditulis Rabu (7/10/2026).
Jarak rumah Mesrati dengan sumber air mencapai sekitar 600 meter. Air yang telah ditampung dalam jerigen dan galon kemudian dibawa pulang menggunakan sepeda motor oleh anaknya.
Kondisi tersebut membuat warga harus mengatur penggunaan air dengan sebaik mungkin. Sesekali, Mesrati juga terpaksa membeli air dari mobil tangki untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Harga air tangki mencapai Rp 80 ribu untuk kapasitas 1.000 liter.
“Kalau air dari sumber tidak cukup, kadang harus membeli air tangki,” ujar Sulastri warga lainnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber