
Magetan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Magetan menargetkan produksi padi mencapai 387.544 ton gabah kering giling (GKG) pada 2026. Target tersebut dibarengi dengan perluasan luas tanam hingga 73.000 hektare dan penguatan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan kehilangan hasil panen.
Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengatakan sektor pertanian memiliki posisi strategis bagi perekonomian daerah. Selain menjadi penopang ketahanan pangan, pertanian juga menjadi sumber mata pencaharian utama sebagian besar masyarakat Magetan.
“Perlu kami informasikan bahwa Kabupaten Magetan ini adalah memegang peranan yang sangat strategis dalam perekonomian di Kabupaten Magetan. Bu pertanian ini bukan hanya sumber ketahanan pangan, tetapi juga mata pencarian utama bagi sebagian besar masyarakat yang ada di Kabupaten Magetan,” kata Nanik.
Menurutnya, Magetan juga memiliki peran sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Timur. Saat ini, luas baku sawah (LBS) di Magetan mencapai 26.455 hektare.
Untuk memaksimalkan potensi tersebut, Pemkab Magetan menetapkan target luas tanam keseluruhan mencapai 73.000 hektare pada tahun ini. Upaya itu dilakukan melalui peningkatan indeks pertanian dan program IMAS.
“Guna memaksimalkan potensi lahan tersebut pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Magetan memiliki target luas tanam keseluruhan mencapai 73.000 ha, yaitu melalui peningkatan indeks pertanian dan program IMAS,” ujarnya.
Nanik menyebut pencapaian target produksi tersebut tidak lepas dari sejumlah tantangan. Perubahan iklim, keterbatasan tenaga kerja pertanian usia muda, hingga kebutuhan efisiensi biaya produksi menjadi persoalan yang harus dihadapi petani.
Karena itu, pemerintah daerah menilai mekanisasi menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan efisiensi usaha tani. Dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) diharapkan dapat mempercepat proses budidaya sekaligus mengurangi kehilangan hasil saat panen.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber