
warga binaan Lapas Perempuan Malang mengerjakan 25 batik cap untuk suvenir Komisi III DPR RI. -ditjenpas.co.id —
MALANG, DISWAYMALANG.ID – Dua belas warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Malang sedang mengejar target produksi 25 batik cap. Batik tersebut dipesan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur untuk suvenir kunjungan DPR Komisi III di Malang.
Produksi dikerjakan selama tiga hari. Kamis, 8 Oktober 2026, menjadi hari kedua pengerjaan. Artinya, para warga binaan masih memiliki satu hari untuk menuntaskan pesanan tersebut.
Yang menarik, kemampuan membatik para warga binaan Lapas Perempuan Malang bukan keterampilan yang baru muncul menjelang pesanan tersebut.
Pembinaan kemandirian melalui keterampilan membatik di lingkungan pemasyarakatan Jawa Timur telah mendapat perhatian sejak 2011.
Pada 2023, Kanwil Kemenkumham Jawa Timur menyebut Lapas Perempuan Malang sebagai salah satu unit pemasyarakatan yang menjadikan batik sebagai produk unggulan warga binaan.
Saat itu, produk yang dikenal dari Lapas Perempuan Malang antara lain batik ecoprint. Teknik tersebut menggunakan bahan alami seperti kayu secang, akar dan daun mengkudu, daun jarak serta daun jati.
Artinya, perjalanan batik di Lapas Perempuan Malang sudah berlangsung setidaknya beberapa tahun sebelum kini berkembang ke teknik batik cap.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber