
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap proyek tanggul laut raksasa (giant sea wall) berbasis alam akan memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Oktober ini.
Alih-alih menggunakan infrastruktur keras atau grey infrastructure, groundbreaking Oktober ini akan dilakukan melalui penanaman hutan mangrove.
Tahap groundbreaking tersebut bakal dipusatkan di kawasan Timbulsloko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
“Nanti akan diluncurkan sebuah gerakan, sekaligus juga proyek mangrove di sejumlah segmen yang sudah ditetapkan oleh Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ),” ujar AHY ketika ditemui di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (7/10).
AHY menyebut rencana peletakan batu pertama ini telah dibahas bersama Kepala BOPPJ Didit Herdiawan Ashaf sekitar dua pekan lalu.
Ia menjelaskan pemerintah secara prinsip menerapkan pendekatan hibrida dalam merancang giant sea wall.
Pembangunan juga menyesuaikan dengan kondisi dan tingkat ancaman di masing-masing pesisir.
Sebagai contoh, wilayah dengan tingkat kerentanan yang sudah sangat parah seperti Teluk Jakarta membutuhkan infrastruktur keras berupa tanggul pantai maupun tanggul laut.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber