Blitar (beritajatim.com) – Jeritan puluhan ribu peternak ayam petelur skala mikro (rakyat) di Kabupaten Blitar yang terancam gulung tikar akhirnya direspons cepat oleh pemerintah pusat.

Usai mengadu ke Komisi IV DPR RI, perwakilan peternak kini dipanggil mendadak oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk berdialog langsung di Jakarta.

Langkah ini dipicu oleh krisis berkepanjangan yang dialami peternak rakyat. Sejak April lalu, harga telur terus merosot hingga menyentuh titik terendah Rp17.100 per kilogram di tingkat peternak pada Juni. Situasi ini kian parah lantaran pakan ternak dan jagung justru melambung tinggi.

Pengurus Koperasi Berkah Telur Blitar, Yesi Yuni, mengungkapkan bahwa desakan peternak bermula saat pihaknya mengikuti audiensi bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta pada Rabu (7/10/2026).

Dalam forum tersebut, Yesi menyuarakan penderitaan peternak Blitar yang terjerat lingkaran setan tahunan pakan naik, tetapi harga telur anjlok.

“Kami ini peternak kecil mikro di Blitar yang hanya memanfaatkan pekarangan sempit di belakang rumah. Usaha ini satu-satunya tumpuan hidup kami. Kalau harga telur terus jatuh dan pakan melambung, kami pasti tutup. Lalu kami mau usaha apa?” tegas Yesi saat dihubungi beritajatim.com, Kamis (8/10/2026).

Yesi menilai, krisis yang berulang saban tahun ini menandakan lemahnya regulasi perlindungan bagi peternak rakyat dari pemerintah. Para peternak pun berharap ada regulasi harga yang jelas soal telur.

Aspirasi keras dari Koperasi Berkah Telur Blitar dan asosiasi peternak nasional tersebut langsung direspons cepat oleh pimpinan Komisi IV DPR RI, termasuk Titiek Soeharto. Komisi IV bergerak cepat mengontak jajaran Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *