Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2023. Meliput berbagai topik daerah di Kabupaten Jember.

JEMBER – Sebanyak 1.828 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Jember tercatat bekerja secara resmi di berbagai negara hingga 7 Oktober 2026.

Data tersebut disampaikan Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur Tyas Puji Rahadi dalam kegiatan sosialisasi penguatan penyiapan dan penempatan PMI yang kompeten, profesional, aman, dan terlindungi di Pendapa Wahyawibawagraha Pemkab Jember, Kamis (8/10/2026).

Berdasarkan data BP3MI Jawa Timur, mayoritas PMI asal Jember bekerja di kawasan Asia, yakni sebanyak 1.805 orang. Sementara 16 orang bekerja di kawasan Eropa dan tujuh lainnya tersebar di Australia, Afrika, dan Amerika.

Menurut Tyas, peluang kerja di luar negeri masih terbuka, tetapi calon PMI perlu memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Selain keterampilan teknis, kemampuan bahasa asing, sertifikasi, serta pemahaman terhadap budaya dan aturan ketenagakerjaan di negara tujuan juga menjadi bagian penting dalam persiapan.

“Pasar kerja luar negeri terus berkembang. Namun, hal ini menuntut peningkatan kompetensi dan keterampilan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas PMI perlu disusun berbasis kebutuhan riil pasar kerja luar negeri agar peserta memiliki peluang penempatan yang lebih besar,” ujar Tyas.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah menjalankan program “SMK Go Global” sebagai salah satu program direktif Presiden. Melalui BP2MI/KP2MI, program tersebut ditargetkan meningkatkan kapasitas 500.000 calon PMI secara bertahap pada periode 2026 hingga 2029 di seluruh Indonesia.

Untuk Jawa Timur, target peningkatan kapasitas pada 2026 ditetapkan sebanyak 6.800 calon PMI.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *