SURYA.co.id, BANYUWANGI – Tangis Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Banyuwangi, Jawa Timur, Suwito, dalam sebuah video yang beredar luas menjadi gambaran bagaimana kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret anggota DPRD Banyuwangi memukul dirinya secara pribadi.

Suwito tidak sekadar berbicara sebagai sesama anggota legislatif, tetapi juga sebagai orang yang memegang posisi penting dalam urusan kehormatan dan etik dewan.

Kasus yang menyeret ADR membuat Suwito merasa tanggung jawab yang diembannya ikut dipertaruhkan.

Pernyataan tersebut muncul ketika sorotan publik terhadap lembaga legislatif Banyuwangi semakin menguat. 

Di tengah persoalan itu, Suwito harus berhadapan dengan dua posisi sekaligus, yakni sebagai Ketua BK dan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Banyuwangi.

Posisi tersebut membuat sikap yang diambilnya tidak hanya dilihat sebagai respons personal, tetapi juga sebagai sikap kelembagaan dan politik.

Pada 6 Oktober 2026, kelompok mahasiswa Cipayung Banyuwangi bahkan kembali mendesak BK mengambil langkah lebih tegas terhadap ADR.

Ia menjelaskan bahwa air mata yang muncul bukan semata-mata karena persoalan pribadi, melainkan karena dirinya merasa belum mampu menjalankan tanggung jawab sebagai Ketua BK.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *