jatimnow.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa-Pemuda Bawean (AMPB) mengancam kembali menggelar aksi dengan massa lebih besar jika hingga Senin (12/10/2026) Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa belum menemui mereka. Massa berharap Khofifah segera menemui mereka untuk membahas persoalan transportasi laut dan layanan kesehatan di Pulau Bawean.

Dalam aksi di Kantor Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hanya ditemui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pemprov Jatim. Dalam pertemuan tersebut, pihak Bakesbangpol menyampaikan kesiapannya untuk menjamin sekaligus mengawal permohonan audiensi AMPB dengan Gubernur Jatim hingga mahasiswa dapat bertemu langsung.

Korlap aksi AMPB, Abdul Halim, mengatakan pihaknya tetap memberikan kesempatan kepada Pemprov Jatim untuk merealisasikan audiensi tersebut.

“Kami akan menunggu sampai hari Senin. Kalau memang Gubernur tidak mau menemui teman-teman AMPB untuk audiensi, maka kami akan turun lagi dengan massa yang lebih banyak,” kata Abdul Halim seusai aksi.

Menurut Abdul Halim, AMPB sejak awal mengedepankan jalur dialog. Mereka ingin menyampaikan langsung kondisi masyarakat Bawean kepada Gubernur Jatim sekaligus meminta adanya langkah konkret dari pemerintah provinsi.

“Kalau memang tidak ditemui, kami akan kembali turun dengan massa yang lebih banyak,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa dua persoalan utama yang dinilai masih menjadi masalah bagi masyarakat Bawean, yakni transportasi laut dan minimnya pelayanan kesehatan.

AMPB menilai persoalan transportasi laut menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat Bawean untuk menunjang mobilitas menuju Gresik maupun sebaliknya. Sementara akses layanan kesehatan juga dinilai membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *