TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Sebanyak 2 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bangkalan dideportasi dari Malaysia.

Gelombang deportasi masih terus membayangi perjalanan Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural yang nekat mengais rezeki di luar negeri tanpa jalur resmi. 

Terbaru, total sebanyak 158 PMI dipulangkan paksa melalui KBRI Kuala Lumpur dari Depot Tahanan Imigresen (DTI) Semenanjung Malaysia, Kamis (8/10/2026). 

Dari total 158 PMI tersebut, 18 di antaranya berasal dari Jawa Timur dengan rincian; masing-masing 2 PMI asal Bangkalan, Sumenep, dan Sampang, 3 PMI asal Pamekasan, 3 PMI asal Jember, masing-masing 1 PMI asal Jombang, Gresik, Madiun, Lamongan, Blitar, dan Banyuwangi. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan, Jemmi Tria Sukmana mengungkapkan, informasi berkaitan pemulangan PMI tersebut diterima berdasarkan Surat Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kementerian Perlindungan PMI dengan Nomor; B/S.2253/10.9/PB.05.03/X/2026.    

“Dari total jumlah itu, dua orang PMI di antaranya merupakan warga Kabupaten Bangkalan. Keduanya tiba di Bandara Juanda hari ini pukul 07.45 WIB dan 10.45 WIB,” ungkap Jemmi kepada Tribun Madura, Jumat (9/10/2026). 

Kegiatan fasilitasi pelayanan perlindungan PMI purna penempatan itu dilaksanakan oleh Staf Pelaksana Bidang Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja (PKPTK) Diseperinaker Kabupaten Bangkalan bersama Tim BP4MI Jawa Timur serta pihak keluarga PMI. 

“Alhamdulillah kegiatan fasilitasi pemulangan berjalan lancar. Ini sudah menjadi tugas kami, sebagaimana arahan Bapak Bupati untuk tetap memastikan mereka bisa kembali ke tengah keluarga,” jelas Jemmi.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *